Suhu AC yang Pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat

Suhu AC yang pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat

Suhu AC yang pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat– Menyambut kelahiran buah hati membutuhkan banyak persiapan. Tak terkecuali yang mengatur suhu ruangan agar tetap segar guna memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi bayi. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan AC atau AC. Namun, sobat aqua perlu mengatur suhu AC anak dengan benar, si kecil tidak kedinginan atau kepanasan.

Yuk, simak penjelasannya!

Tantangan Punya Bayi untuk Keluarga Kecil

Suhu AC yang pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat

Tips mengatur Suhu AC yang pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat

Hi Sobat service ac solo! Memiliki bayi untuk keluarga baru memiliki tantangan tersendiri. Sahabat Aqua tidak hanya perlu membuat aksesoris bayi lho! Satu-satunya hal yang sering luput dari perhatian adalah terciptanya kondisi rumah yang nyaman dan bersahabat bagi anak-anak. Kondisi tubuh anak yang belum bisa mengatur suhu dengan baik inilah yang membuat anak mudah mengalami panas dan dingin.

Suhu AC yang Pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat

Padahal, jika anak sering berada di tempat panas dan menderita panas ini, bisa berdampak pada kulitnya yang masih lembut dan sensitif. Hal ini dapat membuat bayi rentan terhadap ruam, biang keringat, atau bahkan dehidrasi. Selain itu, kondisi suhu ruangan yang sangat dingin dapat menyebabkan kedinginan bahkan gangguan kesehatan seperti hipotermia. Jadi menyiapkan kamar bayi itu menantang karena tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin, begitu ya sobat service ac solo.

Siapkan Kamar yang Nyaman

Kulit bayi yang sensitif bisa dipicu oleh banyak hal, seperti debu. Implan bedak dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit atau juga dapat menimbulkan masalah baru seperti reaksi alergi. Jadi bersihkan ruangan dari debu yang terlihat dan tidak terlihat.

Hal lain yang tak kalah penting adalah kondisi suhu ruangan. Untuk itu, Aqua Friends bisa menambahkan AC agar anak terhindar dari biang keringat atau ruam kulit.

Perhatikan jarak antara penempatan AC dan kasur

Setelah Sobat service ac solo memutuskan untuk menggunakan AC, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah penyetelan AC. Hindari meletakkan kasur anak langsung di bawah AC, dan perhatikan juga letak atau arah keluarnya AC. Cobalah untuk tidak meletakkan kondisioner langsung di tempat tidur bayi. Alangkah baiknya jika AC tidak langsung mengarah ke tubuh anak. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan flu atau gangguan kesehatan lainnya.

Bersihkan AC secara teratur

Hal penting lainnya sebelum dan sesudah kelahiran buah hati sahabat aqua harus memperhatikan kemurnian AC, apalagi dengan kondisi filter pendingin AC. Di departemen ini sering terdapat tungau debu yang berbahaya bagi kesehatan anak dan keluarganya. Untuk alasan ini, penting untuk menjaga filter udara tetap bersih. Periksa AC secara berkala agar AC tetap mengeluarkan udara segar.

Gunakan Suhu AC yang Sesuai untuk Anak Anda

Suhu AC yang direkomendasikan untuk anak-anak adalah antara 23-25°C. Pada titik ini, sebaiknya Anda tetap mengenakan pakaian bayi berbahan katun dan menutupinya dengan selimut tipis yang nyaman dan juga menyerap keringat. Sedangkan jika bayi yang baru lahir dibalut jubah atau memakai baju tidur panjang di telapak kaki, Anda bisa mengatur suhunya menjadi 18-20°C.

Nah itulah beberapa yang harus diperhatikan dari ” Suhu AC yang pas Untuk Bayi dan Anak Agar Tetap Sehat “. Lakukan agar bayi kamu tetap sehat dan bahagia wahai sobat service ac solo.

Mengenal 5 Jenis Peralatan Kesehatan yang Harus Ada di Rumah

Termometer Infrared

 

Seperti yang kita tahu, penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes maupun hipertensi akan membuat penderitanya mau tidak mau memeriksakan diri secara rutin ke dokter. Hal ini penting untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terkontrol. Apalagi, pemeriksaan rutin juga akan membantu seseorang mengevaluasi efektivitas obat-obatan yang ia gunakan.

Akan tetapi, sayangnya saat ini mobilitas kita masih terbatas karena pandemi Covid-19. Maka dari itu, kita dianjurkan untuk sebisa mungkin tetap berada di rumah. Namun, hal tersebut bukanlah berarti kita harus mengabaikan kesehatan kita. Justru, kita tetap bisa siap siaga dengan 5 jenis peralatan kesehatan yang bisa kita dapatkan disini!

1. Termometer

Sudah tentu, termometer menjadi salah satu alat kesehatan yang wajib untuk kita miliki di rumah. Alat kesehatan yang satu ini berfungsi untuk mengukur suhu tubuh kita, misalnya saja saat kita mengalami demam maupun ada anggota keluarga yang juga mengalami hal yang sama.

Pasalnya, demam bisa juga disebabkan oleh berbagai hal. Namun, saat kita mengalaminya, pastikan untuk selalu melihat berapa suhu tubuh kita secara teratur menggunakan termometer di rumah kita.

2. Tensimeter

Apakah kamu ataupun anggota keluarga kamu ada yang menderita hipertensi atau memiliki resiko besar untuk mengalami hal ini? Jika jawabannya ya, maka tensimeter perlu menjadi salah satu alat yang harus Kamu siapkan di rumah.

Alat yang satu ini akan membantu kita untuk mengukur seberapa besar tekanan darah yang kita miliki. Tidak heran, seseorang yang memiliki tensimeter akan terbantu untuk memantau secara teratur tekanan darahnya.

3. Antiseptic

Antiseptic merupakan keperluan kesehatan yang harus kita miliki di rumah. Antiseptic sendiri sebenarnya merupakan senyawa kimia yang berperan penting untuk menghambat serta memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Selain itu, Antiseptic juga berperan penting untuk membunuh seluruh kuman.

Tentu saja, antiseptic akan kita butuhkan untuk membersihkan luka. Namun, untuk memilih antiseptic, kita tidak boleh sembarangan karena jika salah memilih, maka kita bisa membuat kulit kita mengalami iritasi.

4. Alat Tes Gula Darah

Sama seperti penderita hipertensi, penderita diabetes pun perlu mengontrol kadar gula darah di dalam tubuhnya secara teratur. Soalnya, apabila diabaikan, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang pada akhirnya akan membahayakan.

Dengan adanya alat tes gula darah, penderita diabetes dapat memantau kadar gula darah secara teratur. Alatnya sendiri berbentuk slot yang nantinya akan ditempatkan strip sekali pakai. Terdapat juga layar yang menampilkan pengukuran glukosa alias glikemia.

5. Inhaler dan Nebulizer

Dua jenis alat kesehatan ini merupakan jenis alat kesehatan yang akan menunjang sistem pernapasan pasien. Apabila kita ataupun anggota keluarga kita mengalami asma, maka kita maupun anggota keluarga bisa menggunakan inhaler dan nebulizer.

Untuk menggunakan alat ini, pasien harus menghisap sehingga alatnya dapat mengantarkan obat langsung ke bagian paru-paru. Melalui hal ini, gejala pada penyakit asma bisa diredakan. Maka dari itu, untuk mempermudah apabila terjadi keadaan genting, pastikan untuk meletakkan inhaler dan nebulizer di tempat yang mudah digunakan.

Nah, itulah tadi jenis-jenis alat kesehatan yang bisa kita sediakan di rumah kita masing-masing. Tentu saja, tidak ada yang berharap untuk sakit, akan tetapi sebaiknya kita tetap melakukan antisipasi agar siap.

Selain itu, menyediakan alat-alat kesehatan juga, penting bagi kamu untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah satu nya dengan mengkonsumsi berbagai makanan dan minuman yang sehat untuk tubuh seperti berbagai produk entrasol.

Ibu Hamil Boleh Makan Kepiting atau Tidak? Ini Penjelasannya

Ngidam pada ibu hamil kadang menginginkan hal-hal yang tidak biasa. Ada yang ngidam makan pedas, makan es krim, makan manggis, hingga makan kepiting. Namun, sebenarnya ibu hamil boleh makan seafood seperti kepiting atau tidak?

Pasalnya, Kepiting dan makanan laut lainnya disebut-sebut mengandung merkuri yang akan berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan ini saat hamil. Benarkah demikian?

Bolehkah ibu hamil makan kepiting?

Menurut FDA (BPOM-nya Amerika Serikat), ibu hamil boleh makan kepiting asalkan makanan tersebut diolah dengan baik atau dimasak hingga matang. Kepiting bahkan termasuk salah satu makanan laut yang terbaik untuk dikonsumsi saat hamil.

Kepiting mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin A, vitamin D, dan zat besi. Selain itu, kepiting juga relatif rendah kalori dan lemak jenuh.

Meski ibu hamil boleh makan kepiting karena tinggi nutrisi, pastikan Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Sebagian besar ahli merekomendasikan ibu hamil untuk tidak mengonsumsi makanan laut lebih dari 170 gram per minggu.

Kandungan yang komposisinya paling menonjol dalam kepiting adalah copper (131% AKG) dan vitamin B12 (479% AKG).

Jika ibu hamil mengonsumsi kepiting secara berlebihan, maka akan menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan muntah. Bahkan, akumulasi copper dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal organ.

Manfaat konsumsi kepiting

Dalam kategori hewan air bercangkang, kepiting adalah salah satu yang paling bernutrisi. Adapun manfaat dari mengonsumsi kepiting saat hamil adalah:

1. Kaya asam lemak omega-3

Kepiting dapat menjadi sumber omega-3 yang penting untuk ibu hamil. Sangat penting memastikan asupan asam lemak omega-3 tercukupi. Apabila mengalami kekurangan nutrisi jenis ini, bisa terjadi penyakit kulit.

Sebaliknya, dikutip dari American Pregnancy, orang yang mendapat asupan asam lemak omega-3 sesuai kebutuhan dapat menurunkan risiko mengalami penyakit jantung, saraf, peradangan, dan penyakit mata.

2. Memperkuat tulang

Kalsium merupakan faktor penting untuk kesehatan tulang manusia. Tak hanya itu, fosfor juga merupakan mineral yang tak kalah krusial. Daging kepiting mengandung fosfor yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang untuk menyangga kandungan dan gigi ibu hamil.

3. Baik untuk otak

Ibu hamil boleh makan kepiting juga karena seafood yang satu ini baik untuk perkembangan otak. Daging kepiting juga mengandung banyak nutrisi seperti vitamin B2, selenium, copper, dan asam lemak omega-3.

Zat-zat ini sangat baik untuk perkembangan otak serta meningkatkan fungsi kognitif sistem saraf. Tak hanya itu, mengonsumsi kepiting juga dapat mengurangi risiko radang dan penebalan pembuluh darah.

4. Sumber antioksidan

Kandungan antioksidan dalam kepiting juga bermanfaat untuk sistem kekebalan tubuh. Zat seperti selenium dan riboflavin dapat mengoptimalkan fungsi sistem imun sekaligus mencegah terjadinya penyakit kronis. Lebih jauh lagi, antioksidan dalam kepiting juga dapat menangkal zat radikal bebas yang buruk bagi tubuh.

Seafood apa saja yang boleh dimakan ibu hamil?

Selain kepiting, makanan laut lain yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil, yaitu ikan lele, ikan air tawar, lobster, ikan salmon, kerang, udang, dan kakap. Mengonsumsi makanan laut dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, serta membantu perkembangan otak dan penglihatan janin.

Sementara itu, ada makanan laut yang harus dihindari oleh ibu hamil karena mengandung banyak merkuri, seperti ikan kembung, hiu, ikan todak, marlin, dan tuna bermata besar. Selain itu, Anda juga harus menahan diri untuk tidak makan sushi dulu sepanjang kehamilan karena umumnya disajikan mentah.

Menjaga kehamilan sangatlah penting agar janin dapat tumbuh dan senantiasa sehat. Oleh sebab itu, ibu harus mencari tahu informasi mengenai berbagai makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar.

Itu tadi manfaat mengonsumsi seafood untuk tubuh. Bagi Anda yang ingin membeli seafood dengan kualitas terbaik dan segar dapat membelinya di TaniHub.

TaniHub merupakan tempat belanja sayur dan buah online terbaik saat ini. Produk yang dijual pun sangat beragam, selain seafood, di TaniHub juga menjual buah, sayur, bumbu, telur & unggas, kebutuhan masak hingga sembako.

Belanja di platform ini pun terbilang sangat mudah, cukup akses websitenya di https://TaniHub.com  atau download aplikasinya di Play Store dan AppStore. Pesan produk yang Anda inginkan, bayar dan tinggal tunggu #dirumahaja, kurir TaniHub akan langsung mengantarkannya.